Senin, 16 Maret 2020

Pintu Gebyok Jepara

Pintu Gebyok Jepara



Mungkin dari beberapa orang di sana yang tidak tahu apa yang Gebyok? Pintu gebyok adalah salah satu perabot khas Jawa yang berbentuk dinding partisi, yang merupakan ciri khas kamar Jawa dan biasanya terbuat dari kayu jati. Biasanya digunakan untuk memblokir antara kamar seperti ruang tamu atau ruang tamu dengan kamar di rumah tradisional. Gebyok juga dapat dipasang sebagai pemanis Pendopo di satu sisi untuk menuju ke rumah tradisional.

Mengapa dengan pintu gebyok tidak ada ukiran atau Polosan dan Gebyok dibuat untuk mengukir dengan berbagai desain dan ornamen. Yang baik Gebyok adalah detail yang indah, halus, memiliki ukiran yang dalam dengan tingkat kesulitan yang tinggi, tiga dimensi, kualitas kayu yang digunakan sebagai bahan baku Gebyok pada umumnya sebenarnya sejenis kayu yang tahan cuaca, kayu tua sehingga cenderung lebih kuat dan tahan lama untuk dekorasi indah menawan. Dengan segala keunikannya, Gebyok sebagai pembagian khas Jawa, yang memiliki nilai estetika, nilai seni yang tinggi tidak akan ditemukan di tempat-tempat atau daerah lain, kecuali di tanah Jawa seperti di daerah Jepara dan kudus.

Pada dasarnya, Gebyok berfungsi sebagai partisi antara Ruangan, bisa juga digunakan untuk pintu masuk rumah, ada juga yang menyimpannya di pintu masuk gerbang. Saat ini penerapan Gebyok tidak lagi menjadi unsur yang terlalu kaku seperti rumah tradisional Jawa. Tapi Gebyok juga dapat diubah ukurannya atau fungsi tertentu seperti Gebyok dengan ukuran pintu yang diinginkan dapat dipesan.

Mengapa Gebyok ukirGebyok dapat dipasangkan dengan mebel kayu lainnya baik dengan ornamen atau tidak. Kursi meja dalam gaya klasik atau kontemporer atau kursi berformat besar (Bale-Bale) yang terbuat dari kayu jati juga berkontribusi pada atmosfer Jawa. Dapat juga dikombinasikan dengan mebel logam dengan elemen ukiran, ada juga banyak rumah modern yang mengubah berkah dengan unsur Gebyok dalam interior modern yang sah, sangat fenomenal dan sehingga kontras antara desain tradisional dengan modern.












0 komentar:

Posting Komentar